Mar 15, 2015

SOFTSKILL PEREKONOMIAN INDONESIA

Jenis Sistem Ekonomi Dunia & Perkembangan Sistem Ekonomi Indonesia


Dosen : Dennis Ramadian

Disusun oleh
Nama : Dina Mayang Lestari
Kelas : 1EB22
Npm : 23214138

Pengertian Sistem Perekonomian

Adalah sistem yang digunakan dari suatu negara untuk membuat sumber daya yang dimilikinya berjalan dengan baik kepada seorang individu maupun suatu organisasi di negara tersebut.

Pengertian Sistem Ekonomi
Suatu aturan dan tata cara suatu negara untuk mengatur perilaku masyarakat dalam melakukan suatu kegiatan ekonomi untuk mencapai tujuan yang diinginkan.

Jenis Sistem Perekonomian di Dunia

1. Sistem Perekonomian Pasar (Liberal/Kapitalisme)
Dalam sistem ekonomi ini ada istilah yang disebut sebagai "invisible hand" atau tangan -tangan yang tidak terlihat yang dicetuskan oleh seorang ahli ekonomi bernama Adam Smith. Paham ini ternyata sejalan dengan pandangan kaum klasik yang menghendaki kebebasan melakukan kegiatan ekonomi, dengan meminimalisasi adanya campur tangan dari pemerintah. Kaum klasik berpendapat seperti itu, karena mereka yakin bahwa keseimbangan pasar/ekonomi akan tercipta dengan sendirinya sesuai mekanisme yang terjadi di pasar. Sistem ekonomi ini banyak dianut negara Eropa dan Amerika Serikat.
Negara yang menganut sistem ini diantaranya: Ameria Serikat, Uruguay, Paraguay, Brazil, Argentina, Prancis. Italia, Singapura, Kamboja, Turki, Israel, dll.

*Karakteristik sistem ekonomi ini, yaitu :
- Faktor produksi dikuasai dan dimiliki pihak swasta
- Pengambilan keputusan ekonomi bersifat "desentralisasi", diserahkan sepenuhnya kepada pemilik faktor produksi dan disesuaikan dengan mekanisme pasar
- Terjadi persaingan antarmasyarakat dalam mencari laba
- Ada campur tangan pemerintah, namun kecil
- Adanya kebebasan dalam memiliki barang modal dan melakukan tindakan ekonomi

*Kebaikan :
- Ada persaingan
- Campur tangan pemerintah sedikit
- Permintaan suatu barang berdasar kebutuhan masyarakat
*Keburukan :
- Adanya praktik persaingan tidak sehat yang dapat menimbulkan monopoli perdagangan

2. Sistem Perekonomian Perencanaan (Etatisme/Sosialis)
Sistem perekonomian dimana kegiatan ekonominya diatur oleh negara. Pencetusnya adalah Karl Max, yang diilhami dari penderitaan kaum buruh pada saat itu. Max berpendapat apabila kepemilikan pribadi dihapuskan maka tidak akan memunculkan masyarakat yang berkelas-kelas, sehingga akan menguntungkan semua pihak. 
Negara yang menganut sistem ini seperti Kuba, Rusia, Korea Utara, dan negara komunis lainnya.

*Karakteristik sistem ekonomi ini, yaitu :
- Hak milik individu tidak diakui
- Semua sumber daya dikuasi negara
- Kebijakan perekonomian disusun oleh pemerintah

*Kebaikan :
- Kebutuhan masyarakat terpenuhi secara merata
- Pemerintah lebih mudah ikut campur tangan dan bebas menentukan produksi
- Pembangunan lebih cepat
*Keburukan :
- Invdividu tidak bebas dalam melaksanakan kegiatan ekonomi
- Kreatifitas masyarakat tidak berkembang

3. Sistem Perekonomian Campuran
Merupakan kombinasi dari kedua sistem perekonomian di atas. Pada sistem campuran ini pemerintah turun tangan dalam melakukan pengawasan dan pengendalian kegiatan ekonomi, namun pihak swasta (masyarakat) masih diberi kebebasan dalam menentukan dan menjalakan kegiatan ekonominya. 
Negara yang menganut sistem ekonomi ini adalah bekas negara non-blok. Mayoritas berada di Asia dan Afrika. 

*Karakteristik sistem ekonomi ini, yaitu :
- Jenis dan jumlah barang diproduksi ditentukan oleh mekanisme pasar
- Pemerintah bertanggung jawab atas jaminan sosial dan pemerataan pendapatan

*Kebaikan :
- Ekonomi stabil
- Pemerintah dapat fokus untuk memajukan usaha kecil dan menengah
*Kekurangan :
- Sulit menentukan batas kewajiban dan hak antara pemerintah dan swasta


Perkembangan Sistem Perekonomian di Indonesia

1950-1959 : Sistem ekonomi liberal (masa demokrasi)
1959-1966 : Sistem ekonomi etatisme (masa demokrasi terpimpin)
1966-1998 : Sistem ekonomi pancasila (masa demokrasi ekonomi)
1998-sekarang : Sistem ekonomi pancasila, yang dalam prakteknya cenderung mengarah ke ekonomi liberal (pasar)


*Sebelum Orde Baru
Banyak tokoh yang mengusulkan mengenai sistem ekonomi yang diterapkan bagi Indonesia, Sebagai contoh, Bung Hatta mengatakan bahwa sistem ekonomi Indonesia harus berlandaskan dengan cita-cita tolong menolong seperti koperasi. Disisi lain Sumitro Djojohadikusumo dalam pidatonya di AS (1949) menegaskan bahwa ekonomi yang dicita-citakan adalah semacam ekonomi campuran. Namun, setelah berbagai pendapat muncul terjadilah kesepakatan mengenai sistem ekonomi bagi Indonesia. Sistem itu disebut dengan Sistem Ekonomi Pancasila yang didalamanya menganut unsur penting mengenai Demokrasi Ekonomi. Ini dipilih karena berlandaskan pada Pancasila dan UUD 1945. 
Dengan demikian, Indonesia melarang adanya :
- Free Fiht Liberlism, adanya kebebasan usaha yang tidak terkendali dan menimbulkan eksploitasi akan kaum lemah.
- Etatisme, keikutsertaan pemerintah terlalu dominan dan mematikan kreatifitas masyarakat.
- Monopoli, pemusatan ekonomi kepada suatu kamu tertentu.

Namun daripada itu, tak menutup kemungkinan Indonesia pernah menerapkan sistem ekonomi etatisme pada tahun 1960-an hingga orde baru. Hal itu tidak berlangsung lama, karena dinilai tidak cocok dan menimbulkan beberapa kerugian bagi Indonesia, diantaranya :
- Semakin rusak sarana produksi dan komunikasi
- Defisit anggaran negara makin besar
- Hutang luar negeri dipergunakan untuk proyek "Mercu Suar"
- Laju pertumbuhan penduduk lebih besar (2,8%) daripada pertumbuhan ekonomi (2,2%)

*Setelah Orde Baru
Setelah melalui masa penuh tantangan sebelum dan saat masa orde baru, akhirnya Indonesia dapat melaksanakan praktik ekonomi yang sesungguhnya, yang dicita-citakan oleh bangsa Indonesia yaitu sistem ekonomi pancasila. Dengan demikian, sistem ekonomi ini menjadi satu-satunya acuan bagi pelaksaan ekonomi di Indonesia. Maka pada masa ini dilakukan rehabilitasi ekonomi bagi Indonesia, yaitu :
- Membersihkan segala aspek kehidupan dari paham sistem perekonomian yang lama
- Menurunkan dan mengendalikan laju inflasi yang tinggi saat itu


Reference
http://www.elearning.gunadarma.ac.id/index.php?option=com_wrapper&Itemid=36
https://www.academia.edu/8587713/SISTEM_PEREKONOMIAN_INDONESIA_DAN_DUNIA

No comments:

Post a Comment