PERUSAHAAN FRANCHISE
" VZ Skin Care "
Dina Mayang Lestari
23214138
1EB22
Nama Brand
|
: VZ Skin Care
|
Tahun Berdiri
|
: 2004
|
Badan Hukum
|
: PT. Pesona Puteri Indonesia
|
Pemilik
|
: Pateh Juliana Resolina
|
Jumlah Outlet
|
: 26
|
Biaya Advertising
|
: 5 juta/tahun
|
Franchise Fee
|
: Rp 50.000.000
|
PROFIL
VZ Skin Care adalah sebuah klinik kecantikan dibawah PT. Pesona Putri Indonesia, yang bergerak di bidang perawatan kulit wajah dan tubuh, dengan dibawah pengawasan dokter estetik yang terlatih dan bersertifikat, dan menyediakan produk berkualitas. Dengan visi dan misi yang ada, VZ Skin Care bertekad terus melebarkan sayap dan menciptakan kulit sehat dan cantik yang menjangkau seluruh daerah di Indonesia.
Visi :
Menjadi acuan klinik kecantikan lain dan menghadirkan klinik yang memiliki totalitas dalam pelayanan, hasil memuaskan, dengan produk berkualitas, yang menjangkau seluruh kota di Indonesia.
Misi :
Menjaga kualitas pilar pelayanan :
1. Medis
- Update alat-alat industri kecantikan
- Monitor kualitas obat-obatan
- Kalibrasi alat-alat yang digunakan
- Pertemuan berkala dokter dan beautician klinik
2. Manajemen
- Menjaga kualitas pelayanan, keramahan, kebersihan, kesigapan, kedisiplinan, dan kejujuran
- Menjaga kebersamaan dan kekompakan antar karyawan
- Pengelolaan klinik yang baik
3. Market
- Promosi berbagai media
- Penawaran license dan kerjasama
- Monitor antar cabang
SEJARAH DAN MODAL AWAL
Hobi merawat diri dan memiliki jiwa bisnis membuat dr. Juliana Resolina Pateh yang lahir pada tanggal 25 Juli 1980 ini membangun kerajaan bisnis kecantikannya sendiri. Kini bisnisnya berkembang menjadi perusahaan yang memproduksi produk perawatan kulit, tata rias dekoratif, hingga parfum.
Maka pada 2004, dengan bermodal Rp 12 juta, berdirilah klinik kecantikan " VZ Clinic " di wilayah Depok, Jawa Barat, dibawah bendera PT Pesona Putri Indonesia. Dengan model waralaba, VZ Skin Care sekarang sudah memiliki 26 cabang yang tersebar di sejumlah wilayah di Indonesia, mulai dari Jabodetabek, hingga Aceh, Bali, Banyuwangi, Majalengka, Medan, Padang, Kupang NTT dan segera menyusul Biak dan Bintuni Papua.
Konsumennya cukup banyak, mulai remaja hingga ibu-ibu. Kebutuhan mereka tak cuma facial dan sejenisnya, tetapi juga butuh produk perawatan kulit. Kebanyakan butuh produk untuk whitening dan acne.Maka ia kemudian meracik sendiri produk tersebut dan banyak yang cocok.
Selain dipakai untuk klinik sendiri, produk whitening dan acne itu juga didistribusikan ke klinik-klinik kecantikan lainnya yang dimiliki oleh rekan-rekannya sesama dokter. Tak disangka, produksi skin care milikinya berkembang pesat hingga mengalahkan bisnis klinik kecantikannya sendiri. Tahun 2008, akhirnya ia putuskan menjual klinik tersebut, lalu mendirikan perusahaan PT.Yabeta Indonesia dan fokus memproduksi produk skin care dengan merek VZ.
Modal yang ia kucurkan untuk memproduksi "skin care" saat itu tak besar, tak sampai Rp200 juta. Skala produksinya memang masih kecil dengan karyawan hanya 10 orang. Dalam sehari, tak sampai ratusan kilogram skin care yang diproduksinya. Tapi kini produksi Yabeta sudah mencapai hampir 10 ton per hari untuk seluruh rangkaian skin care dari tiga merek yang kami bangun, jelas Juliana yang kini memiliki 250 karyawan.
VZ kemudian dikembangkan oleh adiknya dr. Novira Pateh yang kini menjabat sebagai direktur pengembangan bisnis. Pengembangan bisnis di mulai dengan cara franchise klinik VZ. Saat ini pengembangan sudah mulai keseluruh Indonesia dibantu dengan pionir-pionir para Enterpreneur seluruh Indonesia. Dan akan ke negara-negara asia dan Eropa.
REFERENSI
http://vzskincare.com/aboutus.php
http://www.plasafranchise.com/brands/168-vz-skin-care.html
http://arumdalumedika.com/?page=article_det&idberita=16
No comments:
Post a Comment